Olahraga panahan tradisional merupakan salah satu olahraga yang cukup banyak peminatnya akhir-akhir ini. Namun bagi sebagian orang yang ingin mencobanya terkadang merasa kurang nyaman jika tiba-tiba harus belajar secara langsung di klub ataupun komunitas panahan yang sudah ada.
Melalui artikel ini mungkin bisa menjadi salah satu media informasi terkait tips memanah untuk pemula. Kami ingin berbagi sedikit ilmu yang kami miliki yang mungkin bermanfaat bagi para pembaca jurnalpeduli.com, meskipun saran kami lebih baik datang dan belajar langsung kepada klub atau komunitas panahan yang sudah ada.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memanah :
- Posisi kaki saat berdiri.
Posisi kaki secara sederhana saat memanah dalam panahan tradisional ada 3 jenis imam yang umum dipakai yaitu posisi kaki Imam Abu Hasyim, Imam Isyaq dan Imam Thahir
- Cara memegang busur.
Letakkan gagang busur di telapak tangan non-dominan. Angkat tangan seolah akan menjabat tangan seseorang, dengan ibu jari sedikit mengarah ke target.
- Cara pasang anak panah (Nocking Arrow)
Pasang anak panah sejajar dengan posisi tangan non dominan, ujung anak panah berada di sisi depan busur dan pangkal bagian belakang anak panah terkunci di bagian tali busur. Untuk keamanan, saat anak panah terpasang, jangan pernah mengarahkan kemanapun kecuali ke arah papan target atau kebawah. Ingat !!! Anak panah ini ujungnya runcing, jadi beresiko melukai jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
- Draw (saat menarik tali busur)
Saat anak panah sudah terpasang, arahkan busur dan anak panah ke target lalu tarik tali busur hingga menyentuh anchor point (bisa di pipi, rahang, pelipis atau lainnya), jaga tangan pemegang busur tetap lurus dan kepala stabil.
- Anchor/anchor point
Titik jangkar, misal di pipi atau sudut rahang. Ini wajib konsisten lokasinya setiap tarikan tali busur agar akurasi yang didapat juga konsisten
- Release / melepas tali busur yang telah ditarik
Lepaskan tali busur yang ada anak panahnya secara perlahan menggunakan otot punggung, bukan hanya otot jari.
Ingat !!! Jangan pernah melepaskan tali busur tanpa ada anak panah.
- Follow-Through atau gerak lanjutan
Setelah lepas, biarkan tangan penarik terus bergerak ke belakang seolah menarik terus, ini membantu stabilitas tembakan.
Selain Tips dasar diatas, ada tips tambahan juga yang perlu diingat pembaca saat memanah, yaitu :
- Peralatan keamanan tambahan
Gunakan arm guard (pelindung lengan) untuk pemula karena sering terjadi finger pinch (jari terjepit tali) dan sarung tangan panahan (untuk mencegah tangan lecet karena gesekan anak panah yang dilesatkan)
- Latihan secara bertahap
Mulailah berlatih dengan tarikan busur (draw weight) yang ringan (sekitar 18 lbs) lalu naikkan bertahap agar otot terbiasa dan tidak cidera karena kelebihan berat tarikan busur yang digunakan.
- Fokus bukan hanya pada hasil
Jangan terlalu fokus pada membidik, perhatikan keseluruhan teknik yang dilakukan dan dipelajari. Karena bidikan akan mengikuti gerakan tubuh yang benar.
Selain itu memanah juga melatih kesabaran, konsentrasi, konsistensi serta kekuatan dalam mengendalikan ego.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca.
E. Irkens P. S., A.P.Kom., S.H., C.MTr. | JurnalPeduli.com



